www.lagonlon.com

Tutorial

Sistem Koloid



Dalam tutorial ini kita akan membahas Sistem Koloid.
Materi dalam tutorial ini meliputi:

Pengertian Koloid


Koloid dapat diartikan sebagai:
Campuran zat yang terdiri dari zat terdispersi dan zat pendispersi,
dengan ukuran zat terdispersi antara 1 sampai dengan 100 nanometer.

zat terdispersi=zat yang memiliki ukuran 1 - 100 nm
zat pendispersi=medium yang menampung zat terdispersi

catatan:
Pada beberapa sumber, terdapat perbedaan dalam menuliskan ukuran partikel koloid,
paling tidak ada tiga versi ukuran partikel koloid yaitu:
  • 1 - 100 nm
  • 1 - 500 nm
  • 1 - 1000 nm

Urutan Satuan Panjang

meter (m)(x 100 m)
 
 
milimeter (mm)(x 10-3 m)
 
 
mikrometer (μm)(x 10-6 m)
 
 
nanometer (nm)(x 10-9 m)
angstrom (Å)(x 10-10 m)
 
pikometer (pm)(x 10-12 m)

Membedakan Sistem koloid


Untuk mengenal sistem koloid, kita perlu mengenal sistem campuran zat yang lain.
Ada tiga macam sistem campuran zat, yaitu: larutan, koloid, dan suspensi.
Perbedaan ketiga macam campuran zat tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:

Campuran Zat

(padat - cair - gas)

Larutan Koloid Suspensi

contoh:
air + garam
zat terlarut:garam
pelarut:air

contoh:
air + susu
zat terdispersi:susu
medium pendispersi:air

contoh:
air + pasir
zat tersuspensi:pasir
medium suspensi:air
homogen
seragam/serba sama bila dilihat dengan mata telanjang
antara homogen dan heterogen heterogen
tidak seragam bila dilihat dengan mata telanjang.
misalkan pada contoh (air + pasir) bagian atas bening/cair, bagian bawah padatan
tidak memisah jika didiamkan tidak memisah jika didiamkan memisah jika didiamkan
(membentuk suspensi)
Jika sistem suspensi diaduk, maka zatnya seolah bercampur,
namun setelah didiamkan beberapa saat akan "terpisah" membentuk suspensi.
ada dua kemungkinan keberadaan suspensi, yaitu di bagian atas medium atau di bagian bawah medium.
 
zat tersuspensi

medium

zat tersuspensi
1 fasa
Misalnya untuk air + garam:
hanya tampak satu fasa/wujud zat yaitu cairan,
atau dalam kimia biasa kita sebut sebagai larut dalam air (aq)
2 fasa
Misalnya untuk air + susu:
kita tak bisa mengabaikan keberadaan susu yang berfasa cair,
dan ada juga air yang berfasa cair.
(cair dalam cair)
2 fasa
Misalnya untuk air + pasir:
tampak dua fasa/wujud zat yaitu padat dan cair.
ukuran partikel < 1 nm ukuran partikel antara 1 - 100 nm ukuran partikel > 100 nm
partikel zat yang terlarut tidak dapat dilihat partikel zat yang terdispersi tidak dapat dilihat dengan mikroskop biasa, tetapi dapat dilihat dengan mikroskop elektron partikel zat yang tersuspensi dapat dilihat dengan mikroskop biasa
zat yang terlarut tidak dapat disaring zat yang terdispersi tidak dapat disaring dengan kertas saring, tetapi dapat disaring dengan membran semipermeable zat yang tersuspensi dapat disaring dengan kertas saring
Contoh larutan lainnya:
udara jernih
udara yang jernih merupakan campuran homogen dari banyak gas (N2, CO2, H2O, dll).
Contoh koloid lainnya:
awan
tinta
kabut
darah
Contoh suspensi lainnya:
air + lumpur
air + teh batangan

Jika tidak terlihat secara utuh, konten dapat di-scroll

Perubahan Ukuran Partikel


Ukuran partikel zat dapat dapat berubah (yaitu dengan bergabung atau berpisahnya molekul).
Dengan berubahnya ukuran partikel, maka jenis campuran zat yang terbentuk juga dapat berubah.

Misalkan campuran antara air dan gas-gas lain dalam udara, sistem yang terbentuk dapat berubah-ubah antara larutan, koloid atau suspensi.

Keterangan gambar:
Air dalam udara bisa berada pada tiga sistem campuran:
  • Larutan
    Jika molekul-molekul air bergerak secara sendiri-sendiri, maka ia akan berada pada bentuk larutan.
    ukuran satu molekul air sekitar 0,24 nm.

  • koloid
    Jika beberapa molekul air bergabung, membentuk kelompok dengan ukuran lebih dari 1 nano meter, maka ia akan berada pada sistem koloid.
    Ada dua macam koloid air dalam udara yaitu kabut dan awan.
    karena berbentuk koloid, maka kabut dan awan dapat bertahan di atmosfer
    Pembentukan kelompok air, biasanya diakibatkan dengan adanya zat lain yang bersifat mengikat air.

  • Suspensi
    Jika partikel koloid air saling bergabung membentuk kelompok yang lebih besar (kondensasi) dengan ukuran lebih dari 100 nano meter, maka akan terbentuk sistem suspensi.
    sistem suspensi ini tidak bisa bertahan di atmosfer, dia akan jatuh/tersuspensi dalam bentuk hujan/salju.

Kondensasi dan Dispersi
Kondensasi: perubahan ukuran partikel menjadi lebih besar.
Dispersi: perubahan ukuran partikel menjadi lebih kecil.


Ilustrasi perbedaan ukuran partikel larutan, koloid dan suspensi dapat dilihat pada gambar berikut:

 
KONDENSASI
(ukuran semakin besar)
 
 
DISPERSI
(ukuran semakin kecil)
 
Catatan:
Garis penunjuk ukuran 1 nm dan 100 nm hanya merupakan ilustrasi, bukan berdasarkan skala.

Jika tidak terlihat secara utuh, konten dapat di-scroll

Jenis-jenis koloid


Berdasarkan fase terdispersi dan fase pendispersinya, sistem koloid dibedakan menjadi beberapa jenis.

Jenis Koloid Fase Terdispersi Fase Pendispersi Contoh
Sol Padat padat padat paduan logam (alloy),
kaca berwarna,
stainless steel
Sol Cair padat cair cat,
tinta
Sol gas padat gas asap,
debu
Emulsi padat
(Gel)
cair padat jelly,
mentega,
mutiara
Emulsi cair cair cair susu,
air santan
emulsi gas
(aerosol)
cair gas kabut,
awan,
hair spray
busa padat gas padat spon,
busa kasur,
batu apung
busa cair gas cair busa sabun,
busa soda

Pembentukan Koloid


Kita dapat membuat sistem koloid dengan melakukan 2 cara:
- memperbesar ukuran partikel larutan (kondensasi)
- memperkecil ukuran partikel suspensi (dispersi)

Larutan Kondensasi Koloid Dispersi Suspensi
   

Cara Kondensasi:
Pembentukan koloid dengan cara kondensasi dapat dilakukan dengan reaksi hidrolisis, reaksi redoks, dekomposisi rangkap atau pergantian pelarut.

Cara Dispersi:
Pembentukan koloid dengan cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik, busur bredig, dan peptisasi.


Sifat Koloid

Ada beberapa sifat koloid yaitu:
  • Gerak Brown
    Gerak partikel koloid secara acak yang hanya dapat dilihat dengan mikroskop elektron.

  • Efek Tyndall
    Penghamburan cahaya oleh partikel-partikel koloid.
    Dapat dilihat dengan mata telanjang dan biasa digunakan untuk menguji keberadaan sistem koloid.
    contoh: terlihatnya sorot lampu kendaraan di malam hari.

  • Adsorpsi
    Kemampuan menyerap/menangkap zat lain.
    Karena ukuran partikel koloid berukuran cukup besar, maka permukaan partikel koloid biasa menjadi tempat menempel ion-ion yang berukuran lebih kecil.
    Keberadaan ion-ion pada permukaan partikel koloid inilah yang menyebabkan partikel koloid umumnya memiliki muatan listrik (positif atau negatif).
    contoh penerapan: penggunaan norit untuk mengobati diare. Partikel norit yang berukuran koloid akan menyerap ion-ion penyebab diare yang berada pada sistem pencernaan.

  • Koagulasi
    Penggumpalan partikel koloid menjadi partikel yang lebih besar (suspensi).
    Dengan adanya muatan listrik pada permukaannya, maka partikel koloid dapat bergabung sehingga membentuk partikel yang lebih besar.
    Penggumpalan biasanya terjadi dengan adanya elektrolit disekitar partikel koloid.
    contoh:
    penggumpalan koloid pada air sungai ketika bertemu dengan air laut di bagian muara sehingga terbentuk endapan (delta sungai).


  • Elektroforesis
    Bergeraknya partikel koloid dengan adanya muatan listrik.
    Karena memiliki muatan, maka partikel koloid akan tertarik/bergerak ke arah muatan listrik dan selanjutnya akan mengendap.
    Koloid yang bermuatan positif akan tertarik ke muatan listrik negatif, sedangkan koloid yang bermuatan negatif akan tertarik ke muatan listrik positif.
    Contoh penerapan:
    -Pembuatan sarung tangan dari karet
    -Alat Cottrell untuk menjernihkan asap pabrik


  • Dialisis
    Dialisis merupakan proses pembersihan koloid dari ion-ion yang menempel dengan bantuan membran semi permeable.
    Dialisis juga dapat diartikan sebgai penetralan partikel koloid (hilangnya ion dari permukaan koloid).
    partikel-partikel pengotor koloid (yang umumnya berupa ion berukuran kecil)
    contoh: proses cuci darah








Kuis

Klik link berikut untuk mengikuti kuis/latihan soal:




Catatan:

Mohon dimaklumi, jika materi dalam tutorial ini dirasa kurang lengkap dan menyeluruh.
Tutorial ini dibuat sebagai fitur bantuan bagi peserta dalam mengerjakan mata kuis di www.lagonlon.com.
Namun demikian, penyajian yang mudah dipahami merupakan tujuan utama kami.
Masukan dari anda, akan sangat membantu kami dalam melakukan perbaikan.
Terimakasih atas kunjungan anda.


Tuliskan pesan/komentar baru






open your eyes, you will see nothing
open your mind, you will be confused
open your hearth, you will see


Pengunjung:
1 4 9 6 4
www.lagonlon.com